<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wong Kam Fung</title>
	<atom:link href="http://wongkamfung.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wongkamfung.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Jun 2011 09:24:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wongkamfung.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b51045944ffb1ac27410073f0b59e421?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Wong Kam Fung</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wongkamfung.wordpress.com/osd.xml" title="Wong Kam Fung" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wongkamfung.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Terima Kasih Anda Telah Kesasar</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/06/18/terima-kasih-anda-telah-kesasar/</link>
		<comments>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/06/18/terima-kasih-anda-telah-kesasar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 03:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[http://wongkamfung.boogoor.com]]></category>
		<category><![CDATA[ke tempat baru]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>
		<category><![CDATA[pindahan]]></category>
		<category><![CDATA[sudah tidak di sini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongkamfung.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[wongkamfung.wordpress.com pindah ke wongkamfung.boogoor.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=298&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/06/pindah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-299" title="pindah" src="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/06/pindah.jpg?w=109&#038;h=120" alt="" width="109" height="120" /></a><strong><span style="color:#ff0000;">PINDAH</span></strong>. Bila anda datang ke tempat ini entah dengan sengaja atau kesasar, <strong>saya mengucapkan terima kasih</strong>. Selamat menikmati yang ada. Namun jika anda ingin tulisan-tulisan terbaru saya, silakan masuk ke <a href="http://wongkamfung.boogoor.com" target="_blank">http://wongkamfung.boogoor.com</a>. Blog yang sedang anda baca ini sudah tidak saya isi lagi.</p>
<p>Maaf dan terima kasih,</p>
<p>Salam,<br />
<a href="http://wongkamfung.boogoor.com" target="_blank">WKF</a> yang ada di <a href="http://wongkamfung.boogoor.com" target="_blank">wongkamfung.boogoor.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongkamfung.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongkamfung.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongkamfung.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongkamfung.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongkamfung.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongkamfung.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongkamfung.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongkamfung.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongkamfung.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongkamfung.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongkamfung.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongkamfung.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongkamfung.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongkamfung.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=298&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/06/18/terima-kasih-anda-telah-kesasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3cd4320a3663890474d03e80250328bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongkamfung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/06/pindah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pindah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berpikirlah Sebelum Bicara</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/21/berpikirlah-sebelum-bicara/</link>
		<comments>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/21/berpikirlah-sebelum-bicara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 02:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertemanan]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[sensitif]]></category>
		<category><![CDATA[sensitifitas]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir sebelum berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[kepekaan]]></category>
		<category><![CDATA[orang-orang sensitif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongkamfung.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tulisan Orang-orang Sensitif diposting, ada yang berkomentar agar saya mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari apa yang menjadi tagline blog ini bahwa “aku berpikir sebelum aku bicara, aku berpikir sebelum aku berbuat, dan aku berpikir sebelum aku menilai”. Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih karena telah diingatkan. Barangkali yang menjadi pertanyaan mengapa ada komentar seperti itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=286&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/berpikirlah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-287" title="berpikirlah" src="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/berpikirlah.jpg?w=91&#038;h=91" alt="" width="91" height="91" /></a>Setelah tulisan <a href="http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/13/orang-orang-sensitif/" target="_blank"><em>Orang-orang Sensitif</em></a> diposting, ada yang berkomentar agar saya mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari apa yang menjadi tagline blog ini bahwa “aku berpikir sebelum aku bicara, aku berpikir sebelum aku berbuat, dan aku berpikir sebelum aku menilai”. Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih karena telah diingatkan. Barangkali yang menjadi pertanyaan mengapa ada komentar seperti itu. Mungkin sekedar mengingatkan atau bisa jadi menurut yang berkomentar, saya tidak berpikir dahulu sebelum berbicara, berbuat, dan menilai. Jika memang yang terakhir itu penyebab ditulisnya komentar di atas, itulah bukti bahwa apa yang ada di dalam kepala tiap orang bisa beda meskipun warna rambutnya sama.</p>
<p><span id="more-286"></span></p>
<p>Saya sering mengajukan sebuah pertanyaan untuk mengetahui pendapat seseorang. “Bila di depan anda ada gelas yang terisi setengahnya, anda sebut setengah isi atau setengah kosong?” Jawabannya  bisa berbeda-beda. Namun yang saya jumpai sampai sekarang, yang terbanyak adalah yang menjawab setengah isi. Mengapa bisa seperti itu? Penjelasan yang paling logis adalah karena mereka fokus pada isi dari gelas dan memang itu yang dilihat. Akan tetapi, salahkah bila ada yang menjawab setengah kosong? Atau setengah kosong dan setengah isi? Ini memang contoh kasus klasik untuk menguji sebuah persepsi. Kasus ini juga bisa diterapkan untuk menguji apa yang dipikirkan saat bertemu dengan suatu kejadian atau masalah. Jika hasil pengujian itu beragam, sekali lagi, itulah uniknya mahluk yang namanya manusia. Sebentuk kehidupan yang dilengkapi dengan akal pikiran, emosi, dan nafsu. Berbeda dengan binatang meskipun kadang perilakunya melebihi binatang.</p>
<p>Perbedaan bisa muncul dalam bentuk apa saja, termasuk cara berpikir. Bila cara berpikirnya saja sudah berbeda maka yang disampaikan secara lisan juga pasti berbeda. Jika perbedaan ucapan ini ditanggapi dengan persepsi yang tidak sama pula, yang terjadi kemudian pasti muncul konflik. Apabila konflik yang muncul ini disikapi secara emosiaonal maka semakin memanaslah kondisinya. Apalagi bila dibumbui dengan prasangka negatif, wuih!, dijamin makin heboh. Kalau sudah begini, siapa yang salah? Nggak usah menyalahkan siapa-siapa. Yang namanya konflik bisa saja datang tanpa diduga-duga. Cara ngomong, bersikap, berpakaian, bahkan cara tersenyumpun bisa saja memunculkan konflik.</p>
<p>Saya bukan seorang linguis atau ahli bahasa meskipun saya pernah belajar tentang bahasa. Jika anda menganggap apa yang saya sampaikan salah, tolong dikoreksi dan terima kasih sebelumnya. Bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan manusia. Dalam berinteraksi itu mereka membutuhkan sebuah media yang bisa mengkomunikasikan pesan yang ingin disampaikan. Karena kebutuhan itu, muncullah penamaan-penamaan untuk segala hal yang bersifat kongkrit maupun abstrak. Namun, karena makna suatu ujaran bukan hanya terkait dengan kata yang membentuknya tetapi juga dipengaruhi oleh rasa maka kemungkinan terjadi kesalahpahaman akan ada.</p>
<p>Jadi, kembali lagi tentang komentar yang meminta saya untuk berpikir sebelum bicara dan seterusnya itu, tentu saja hal itu sudah saya lakukan. Bila yang saya ucapkan dianggap tanpa dipikirkan dulu, itulah akibat adanya perbedaan ukuran sensitifitas. Seperti rasa sakit dan kesabaran, ambang sensitifitas setiap orang bisa berbeda. Ketika anda dikatakan (maaf) anjing oleh seorang teman, mungkin anda hanya tertawa. Namun teman anda yang lain bisa jadi akan marah dan sakit hati meskipun dia tahu ucapan itu tidak serius, sekedar bercanda. Siapa yang salah dalam hal ini menurut anda?</p>
<p>Memang sudah seharusnya untuk bertoleransi. Toleransi ini jelas-jelas lebih dibutuhkan oleh mereka yang termasuk golongan orang-orang sensitif. Perasaan orang-orang di kelompok ini ibarat sarang laba-laba yang begitu rentan. Tersenggol sedikit saja akan terkoyak. Bukannya tidak peduli dengan kerentanan mereka, saya lebih memilih untuk membiasakan mereka tidak terlalu sensitif. Akibatnya memang jadi tidak mengenakkan. Tuduhan tidak peka, tidak peduli perasaan orang lain, egois, sampai ‘asbun’ alias tidak berpikir dahulu sebelum ngomong sering terlontar. Barangkali itulah resiko yang harus dihadapi. Oleh karena itu, bila anda ketemu dengan orang yang menurut anda terlalu sensitif, hati-hati saja. Jika anda bisa menghindari, mungkin itu yang lebih aman. Sensitifitas memang terkait dengan perasaan. Boleh saja badannya besar mukanya seram, namun bila perasaannya begitu sensitif maka orang seperti ini kita namakan saja tampang Rambo hati Rinto. Setuju?</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://www.halloween24.com/party-supplies/decorations/bloody-brain-latex.html" target="_blank">di sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongkamfung.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongkamfung.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongkamfung.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongkamfung.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongkamfung.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongkamfung.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongkamfung.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongkamfung.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongkamfung.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongkamfung.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongkamfung.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongkamfung.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongkamfung.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongkamfung.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=286&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/21/berpikirlah-sebelum-bicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3cd4320a3663890474d03e80250328bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongkamfung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/berpikirlah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">berpikirlah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Dunia</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/20/tiga-dunia/</link>
		<comments>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/20/tiga-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 18:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata Hati]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[privasi]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongkamfung.wordpress.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan tentang alam rahim, alam fana (dunia), dan alam barzah (kubur). Namun tiga dunia ini juga dimiliki atau dijalani manusia dalam hidupnya. Hanya saja mungkin kita tidak ngeh bila memiliki dan tidak sadar sedang menjalani kehidupan di dalam ketiga dunia ini. Apa sajakah? Tiga dunia ini disebut privasi, keluarga, dan sosial. Sudah pasti kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=278&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/tiga-dunia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-279" title="tiga dunia" src="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/tiga-dunia.jpg?w=123&#038;h=123" alt="" width="123" height="123" /></a>Ini bukan tentang alam rahim, alam fana (dunia), dan alam barzah (kubur). Namun tiga dunia ini juga dimiliki atau dijalani manusia dalam hidupnya. Hanya saja mungkin kita tidak <em>ngeh</em> bila memiliki dan tidak sadar sedang menjalani kehidupan di dalam ketiga dunia ini. Apa sajakah?</p>
<p><span id="more-278"></span></p>
<p>Tiga dunia ini disebut privasi, keluarga, dan sosial. Sudah pasti kita semua memiliki ketiganya. Tentang bagaimana cara memperlakukan atau menanganinya, masing-masing dari kita bisa jadi sama mungkin juga berbeda. Ketika perbedaan itu muncul sangat mungkin juga akan timbul konflik. Bagaimana konflik yang hadir itu ditangani, itu tergantung cara kita masing-masing. Belum tentu cara yang saya lakukan akan bisa anda kerjakan. Atau, hasil dari cara yang saya gunakan tidak tertutup kemungkinan akan berbeda bila anda yang melakukan, meskipun caranya sama persis. Biar lebih jelas, mari kita lihat satu demi satu tiga dunia yang barangkali agak asing bagi anda.</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, saya kadang-kadang menyatukan tiga dunia ini. Suatu ketika saya juga suka menjalankan dua dunia dalam satu kesempatan. Di lain waktu saya sering menarik garis batas yang jelas di antara masing-masing dunia. Saya melakukan suatu kegiatan hanya dalam salah satu dari ketiga dunia. Ketika saya menjalani hanya satu dunia, kadang-kadang pihak yang ada di dunia lain komplain. Itu sangat mungkin terjadi. Yang saya lakukan untuk mengangani komplain itu kadang-kadang dengan mengakomodir bila memungkinkan, jika tidak, dengan menjelaskan sejelas-jelasnya meskipun belum tentu penjelasan saya bisa diterima. Jika demikian yang terjadi, saya biasanya mengabaikan. Masalah pihak lain itu suka atau tidak, bukan urusan saya lagi. Toh yang namanya toleransi itu tidak selalu bersangkutan dengan pihak lain. Ada kalanya kita harus bertoleransi dengan diri sendiri.</p>
<p>Privasi atau dunia yang berkaitan dengan kepentingan diri sendiri selayaknya juga mendapat porsi waktu dari 24 jam yang kita miliki dalam sehari. Suatu saat anda sebaiknya dan seharusnya menyediakan waktu buat diri anda sendiri. Tidak harus setiap hari. Setidaknya anda bisa merasakan kapan diri anda sendiri perlu dimanjakan. Membaca buku favorit, menonton film sendirian di gedung bioskop, atau makan enak seorang diri di restoran adalah contoh bentuk kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka memanjakan diri sendiri. Itu privasi anda. Dan anda jangan merasa bersalah bila melakukan itu karena tidak melibatkan suami, istri, atau anak bila memang anda sudah berumahtangga. Kan ada saatnya juga nanti bila kita akan melibatkan anggota keluarga yang lain? Lagian saya melihat bila secara pribadi kita merasa senang, hubungan dengan orang lain juga akan menjadi enak. Jika anda masih lajang, kegiatan itu tentunya tidak ada masalah.</p>
<p>Dunia keluarga berisi kegiatan yang melibatkan anggota keluarga yang lain. Jika belum menikah, anggota keluarga bisa orangtua, kakak, atau adik kita. Bila sudah berumahtangga dan kita masih berkumpul dengan orangtua dan kakak adik kita maka selain mereka, anggota keluarga akan bertambah dengan suami atau istri dan anak. Buatlah atau terlibatlah dalam kegiatan bersama keluarga. Kita harus melakukannya. Yang terpenting bukan masalah berapa sering kita bisa menjalankan kegiatan bersama keluarga tetapi seberapa intens kita menikmati acara itu. Jadi, kualitas lebih penting daripada kuantitas. Apa gunanya kita memaksakan diri mengagendakan kegiatan keluarga jika hasilnya adalah cekcok dan gerutuan yang muncul dari anggota keluarga. Lebih penting bila meskipun tidak terlalu sering tetapi setiap kegiatan keluarga itu dijalankan, semua bisa menikmati dan merasa senang.</p>
<p>Sebagai manusia yang hidup dalam sebuah masyarakat dan berinteraksi dengan manusia lain maka sudah pasti akan terbentuk ikatan pertemanan. Inilah jenis dunia yang ketiga. Dunia sosial adalah tempat di mana kita melakukan aktifitas dengan orang lain baik mereka itu teman bermain, rekan kerja, teman sekolah, partner bisnis, atau tetangga. Kita tidak bisa terlepas dari lingkungan sosial. Dunia ini sudah barang tentu harus kita jalani juga, baik sendiri atau melibatkan keluarga. Memang kadang-kadang kita ketemu dengan lingkungan yang kita tidak merasa cocok. Apa yang bisa kita lakukan bila berhadapan dengan lingkungan seperti ini? Tentu saja tetap bersikap baik dan menjaga sopan santun. Bila kita bisa merubah lingkungan ke arah yang lebih baik, tidak ada buruknya kita mencobanya. Jika anda lebih memilih untuk keluar dari tempat itu dan keputusan itu anda anggap baik, lakukan.</p>
<p>Dari ketiga dunia ini, barangkali anda memiliki prioritas dunia mana yang akan anda dahulukan. Anda memutuskan itu tentu setelah mempertimbangkan segala sesuatunya. Misalkan ketika dulu masih lajang anda suka jalan ke mana-mana, namun setelah memiliki keluarga sendiri anda lebih suka beraktifitas dengan keluarga anda dan tidak pernah bersenang-senang untuk diri sendiri lagi, anda tentunya dengan sadar melakukan itu. Itu pilihan anda. Saya pribadi lebih suka tetap memberi porsi waktu untuk masing-masing dunia. Ketika saya perlu menyenangkan diri sendiri, saya akan melakukannya. Kadang-kadang main catur sendirian pun bisa menjadi kegiatan yang mengasyikkan bagi saya. Barangkali anda menganggap saya aneh. Tetapi saya menganggap anda lebih aneh lagi karena menganggap saya aneh. Aneh-aneh saja! <em>I’ll spend my own time for myself</em>. Bila tiba waktunya menjalani dunia keluarga, <em>of course I’ll be a family man</em>. Saat itu mungkin saya akan menjelma sebagai ayah yang baik dan suami yang penuh kemesraan serta&#8230; <em>passionate</em>. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  Ketika saya harus menjadi <em>a good social member</em>, saya siap menjalani. Begadang sampai pagi di pos ronda, <em>hayok</em>, ngeliwet bareng-bareng tetangga kemudian hasilnya digelar di atas lembaran daun pisang untuk disantap bersama, juga <em>hayoook</em>.</p>
<p>Suatu saat kemungkinan bentrok antar kepentingan dari tiga dunia itu pasti ada. Bila itu terjadi, saya akan memutuskan sebaik-baiknya. Jika yang saya lakukan adalah mengikuti keputusan mereka, itu juga karena berdasarkan keputusan yang saya ambil. Jadi ketika saya sedang menjalani dunia saya pribadi, misalnya, saya akan membaca buku di toko buku sendirian. Saya <em>enjoy</em> dengan hal itu. Jika harus melibatkan dunia keluarga, saya akan mengajak istri dan atau anak ke toko buku untuk baca buku atau majalah di tempat itu. Kalau ada yang menarik baru dibeli. Kegiatan itu jelas saya nikmati. Bila tiga dunia saya gabungkan maka selain keluarga sendiri saya akan mengajak teman dan atau tetangga berbondong-bondong mendatangi toko buku untuk membaca apa saja yang ada di situ. Setelahnya saya atau mereka membeli, itu urusan nanti. Jika rombongan itu disangka hendak demo, ya&#8230; itu sudah resiko.</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://www.istockphoto.com/stock-photo-2482727-world-globe.php" target="_blank">di sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongkamfung.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongkamfung.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongkamfung.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongkamfung.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongkamfung.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongkamfung.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongkamfung.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongkamfung.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongkamfung.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongkamfung.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongkamfung.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongkamfung.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongkamfung.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongkamfung.wordpress.com/278/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=278&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/20/tiga-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3cd4320a3663890474d03e80250328bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongkamfung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/tiga-dunia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tiga dunia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika Bisnis Penipu Bodoh</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/19/etika-bisnis-penipu-bodoh/</link>
		<comments>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/19/etika-bisnis-penipu-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 02:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[curang]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[etika bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kecurangan]]></category>
		<category><![CDATA[penipu]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongkamfung.wordpress.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Modal utama berbisnis adalah kejujuran. Dan itu aset pertama dan terutama. Uang, gedung, sarana prasarana fisik lainnya adalah pelengkap. Keberanian mengambil resiko, ulet, tahan banting, berani malu, kalau perlu berani mati, adalah pelengkap lain yang intangible alias tidak berujud. Jadi bila diurutkan, modal yang berada di urutan nomor satu adalah kejujuran. Jujur itulah intisari dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=272&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/etika-bisnis-penipu-bodoh.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-273" title="etika bisnis penipu bodoh" src="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/etika-bisnis-penipu-bodoh.jpg?w=93&#038;h=120" alt="" width="93" height="120" /></a>Modal utama berbisnis adalah kejujuran. Dan itu aset pertama dan terutama. Uang, gedung, sarana prasarana fisik lainnya adalah pelengkap. Keberanian mengambil resiko, ulet, tahan banting, berani malu, kalau perlu berani mati, adalah pelengkap lain yang <em>intangible</em> alias tidak berujud. Jadi bila diurutkan, modal yang berada di urutan nomor satu adalah kejujuran. Jujur itulah intisari dari etika bisnis. Sayangnya, banyak bukti yang menunjukkan sebagian pengusaha kita tidak memiliki modal penting itu.</p>
<p><span id="more-272"></span></p>
<p>Saya tidak tahu apakah para pengusaha curang itu tidak mengerti atau tidak peduli dengan etika bisnis. Tapi rasa-rasanya kok tidak mungkin tidak tahu kalau mencampur bensin dengan solar itu perbuatan curang, membuat penampilan makanan menjadi menarik dengan menggunakan pewarna tekstil itu membahayakan kesehatan, dan banyak perilaku curang lainnya. Yang sangat mungkin adalah, mereka semata-mata hanya mencari keuntungan. Perihal bagaimana cara mencarinya, itu tidak penting. Repot juga jika ketemu dengan orang-orang curang seperti ini.</p>
<p>Beberapa waktu lalu saya sempat ngobrol dengan teman baik perihal kecurangan-kecurangan yang terjadi di tempat dia dulu pernah kerja. Sungguh prihatin mendengarkan cerita curang yang dilakukan secara berjamaah. Bagaimana orang-orang itu mencampur satu kuintal pasir dengan dua ton beras agar bobotnya naik, atau kadang dicampur dengan bekatul untuk memberi kesan bahwa bekatul itu asalnya dari tempat penggilingan beras. Bentuk penipuan lain misalnya gula dicampur tepung kemudian digiling lagi. Jika anda ketemu gula halus yang rasa manisnya kurang, bisa jadi gula itulah yang saya maksudkan. Kadang-kadang kita menemukan kacang merah atau jenis kacang lain di antara kacang hijau. Itu bukan kebetulan. Ternyata sebelum diedarkan ke pasar, kacang hijau dicampur dengan bahan lain yang harganya lebih rendah yang selama ini kita anggap kebetulan saja.</p>
<p>Ada saja pikiran kreatif tapi negatif untuk meningkatkan keuntungan. Bukan rahasia lagi misalnya di antara para penjaja jasa penyemiran sepatu sebagian ada yang mencampur semirnya dengan isi batu baterai bekas. Kulit sepatu yang disemir dengan bahan campuran ini tentu saja akan cepat rusak. Siapa yang peduli? Di salah satu televisi swasta setiap minggu disiarkan praktek kecurangan dalam berusaha. Saya pernah melihat siaran tentang pedagang sate maranggi (kulit sapi) yang membuat sate marangi palsu dari tepung aci (sagu). Di lain waktu ada liputan tentang terasi palsu. Ketika mendekati lebaran di mana kebutuhan daging sapi meningkat, sapi-sapi yang tidak berdosa disiksa dulu dengan cara dimasukin air menggunakan selang lewat mulut yang disebut digelonggong. Tujuan menggelonggong ini sudah pasti agar berat daging bertambah setelah dipotong. Entah dapat ide sadis dari mana mereka, menyiksa binatang seperti itu.</p>
<p>Perkembangan teknologi juga membuat bentuk penipuan semakin bervariasi. Dulu saya pernah mendapat pengalaman kena tipu dengan menjadi <em>homeworker</em>. Meskipun ini jelas-jelas penipuan tetapi saya yang sudah terlanjur menjadi korban menganggapnya sebagai pelajaran berharga. Memang tidak gratis sih pelajaran itu. Namanya juga pelajaran berharga, pasti ada harganya. Saya harus merelakan uang  $100. Biarlah uang itu melayang. Yang namanya ilmu memang kadang harus dengan biaya untuk memperolehnya. Pepatah Jawa ‘<em>Jer basuki mawa bea’</em> sungguh pas untuk pengalaman saya itu.</p>
<p>Entah sudah berapa kali saya mendapat email pemberitahuan telah menang lotere. Beli saja tidak pernah kok tiba-tiba diumumkan menjadi pemenang. Penipuan lewat email memang beragam bentuknya. Dulu ketika masih kerja di Jakarta, saya pernah sengaja melayani penipuan yang ditujukan ke saya melalui email. Sampai-sampai saya menelepon ke Nigeria sekedar ingin tahu. Barangkali si penipu sadar kalau saya permainkan, tiba-tiba saja dia menghilang begitu saja. Alamat email dia yang saya coba hubungi lagi sudah tidak aktif. Email saya di-<em>bounce</em>. Nomor telepon yang sebelumnya bisa saya hubungi mendadak menjadi tulalit.</p>
<p>Penipuan melalui sms juga beberapa kali saya terima dengan iming-iming dari yang berbentuk barang seperti mobil sampai uang jutaan rupiah. Belum lama ini ada sms masuk di hape saya yang mengabarkan berita gembira. Seperti ini beritanya:</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>+6285210042072</p>
<p>XL (123)<br />
PROMO HADIAH<br />
&#8220;XL Rp. 100Jt&#8221;<br />
U/ pemilik No.<br />
0818170xxx<br />
Resmi menang 15Jt. di undi smlm di ANTV<br />
U/ Info hub kntr<br />
XL CENTER jkrt:<br />
021 32225187<br />
021 32225197</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Siapa yang tidak senang? Tiba-tiba saja ada rejeki nomplok di siang bolong. Itu kalau benar! Masalahnya ini penipuan. Yang menggelikan, nampaknya si penipu tidak pernah atau jarang membaca dan bodoh pastinya. Undian itu kan hanya berlangsung dari Januari s/d 28 Februari 2010 kemarin. Padahal sekarang sudah Mei, dan dia masih saja mengirimkan sms tipu-tipu itu. Alangkah o-onnya. Sayangnya, tetap masih ada orang sial yang tergiur kemudian menjadi korban.</p>
<p>Mudah-mudahan saja yang namanya kejujuran masih banyak yang memiliki. Sudah pasti kejujuran yang menjadi rohnya etika berbisnis ini tidak ada dalam etika bisnisnya para penipu. Lebih-lebih etika bisnis penipu bodoh. Boleh saja kita bodoh. Namun, sungguh celaka bila kita ini sudah bodoh, penipu lagi. Betul?</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-photography-vector-burglar-cartoon-image3482597" target="_blank">di sini</a></p>
<p><a href="//static.addtoany.com/js/wordpress_com.js';s.type='text/javascript';void(document.getElementsByTagName('head')[0].appendChild(s));"><br />
</a><a href="//static.addtoany.com/js/wordpress_com.js';s.type='text/javascript';void(document.getElementsByTagName('head')[0].appendChild(s));"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongkamfung.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongkamfung.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongkamfung.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongkamfung.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongkamfung.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongkamfung.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongkamfung.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongkamfung.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongkamfung.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongkamfung.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongkamfung.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongkamfung.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongkamfung.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongkamfung.wordpress.com/272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=272&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/19/etika-bisnis-penipu-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3cd4320a3663890474d03e80250328bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongkamfung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/etika-bisnis-penipu-bodoh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">etika bisnis penipu bodoh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang-orang Sensitif</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/13/orang-orang-sensitif/</link>
		<comments>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/13/orang-orang-sensitif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 04:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertemanan]]></category>
		<category><![CDATA[orang sensitif]]></category>
		<category><![CDATA[pemarah]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[sensitif]]></category>
		<category><![CDATA[sensitifitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongkamfung.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[“Menjaga perasaan, perlukah?” Itu kalimat yang pernah saya tulis di buku kecil saya yang saya gunakan untuk menaruh ide yang terlintas. Dulu, lama sekali. Ke mana-mana buku ide itu saya bawa agar ide-ide yang suka tiba-tiba muncul bisa saya ikat dulu sehingga tidak lewat begitu saja. Baru bila sudah ada waktu untuk menulis, ide-ide yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=265&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/broken-glass.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-266" title="broken glass" src="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/broken-glass.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>“Menjaga perasaan, perlukah?” Itu kalimat yang pernah saya tulis di buku kecil saya yang saya gunakan untuk menaruh ide yang terlintas. Dulu, lama sekali. Ke mana-mana buku ide itu saya bawa agar ide-ide yang suka tiba-tiba muncul bisa saya ikat dulu sehingga tidak lewat begitu saja. Baru bila sudah ada waktu untuk menulis, ide-ide yang saya kumpulkan itu tinggal dipilih mana yang akan dikembangkan. Saat ini, saya rasa sudah tiba waktunya mengembangkan ide di atas menjadi sebuah tulisan. Mudah-mudahan menarik bagi anda. Mengapa baru sekarang? Saya akan jawab nanti.</p>
<p><span id="more-265"></span></p>
<p>Mengapa ide yang terkait dengan perasaan itu saya tulis, saya masih ingat penyebabnya. Saya menuliskan ide itu karena saat itu ketemu dengan orang yang sensitif, terlalu sensitif malah menurut saya. Saking sensitifnya sehingga sampai muncul pertanyaan dalam hati, “Perlukah menjaga perasaan manusia macam itu, yang begitu sensitif?”</p>
<p>Sudah galibnya manusia diciptakan beraneka macam rupa, bentuk, serta kepribadian selain jenis kelamin agar kehidupan ini tidak monoton. Bisa anda bayangkan akankah nyaman dan menyenangkan bila bumi ini misalnya isinya hanya manusia berkulit hitam, keriting, tinggi, dan pemarah semua?  Anda pasti akan bosan dan ingin segera pergi meninggalkan dunia ini (mati dong?). alangkah hambarnya hidup ini bila  ke manapun kita pergi akan selalu ketemu orang yang sama persis dengan kita. Sampai-sampai kita jadi bingung mengenali diri sendiri apakah kita ini manusia atau maneken (mannequin).</p>
<p>Sudah jelas hidup ini akan berwarna bila manusianya juga bervariasi. Bukan hanya perbedaan jenis kelamin tetapi juga warna kulit, jenis dan warna rambut, mata, hidung, postur tubuh, sampai kepribadian. Dan itulah sebenarnya yang menjadikan hidup ini menyenangkan. Kita bertemu dengan manusia yang berbeda. Karena berbeda, kemudian timbul rasa tertarik. Ujung-ujungnya, jatuh cinta. Hasilnya, perkawinan, atau yang <em>halalan toyibban</em>, pernikahan. Tidak sedikit kan manusia di dunia ini yang menikah dengan suku atau bangsa yang berbeda?</p>
<p>Berbicara tentang kepribadian yang berbeda, ini juga merupakan hal yang menarik. Manusia dengan kepribadian yang berlainan akan menjadi daya tarik bagi yang lain. Orang yang pendiam penuh misteri, misalnya, akan sangat memikat bagi orang yang rame, bawel, nggak bisa diam. Jenis kepribadian ini sebenarnya bukan barang baru. Ratusan tahun lalu seorang <em>Hippocrates</em> (Yunani, 400 SM) pernah mengelompokkan kepribadian menjadi empat yang disebut dengan <em>sanguine, choleric, melancholy, phlegmatic</em>, kemudian oleh Carl Gustav Jung dari Swiss diistilahkan dengan <em>extrovert feeling, extrovert thinking, introvert thinking, introvert feeling.</em> Masing-masing memiliki ciri yang spesifik dan bisa diidentifikasi. Florence Littauer kemudian menuliskan kepribadian-kepribadian itu dengan ciri-cirinya dalam bukunya <em>Personality Plus (1996). </em>Dia menuliskan ciri <em>sanguinis</em> yang populer sebagai pribadi yang extrovert, pembicara, dan optimis. <em>Koleris </em>yang kuat adalah pribadi yang extrovert, pelaku, dan optimis. <em>Melankolis </em>yang sempurna merupakan pribadi yang introvert, pemikir, dan pesimis. <em>Phlegmatis</em> yang damai adalah introvert, pengamat, dan pesimis.<em> </em>Dari ciri-ciri yang digambarkan secara global itu, kira-kira anda termasuk yang mana?</p>
<p>Dari keempat kepribadian itu, ada satu yang memiliki sensitifitas tinggi. Paling tinggi dibandingkan tiga lainnya. Begitu sensitifnya sehingga sampai-sampai seperti barang pecah belah yang terbuat dari kaca yang sangat tipis. Sangat mudah sekali retak kemudian pecah berkeping-keping. Baik kah tingkat kepekaan yang seperti itu? Saya rasa tidak. Dan mungkin anda juga setuju dengan saya. Yang namanya terlalu, apapun, biasanya tidak baik.</p>
<p>Terus bagaimana kita harus bersikap terhadap orang-orang sensitif seperti itu? Tentu saja kita perlu menjaga dan berhati-hati saat berucap atau bersikap. Namun ada baiknya juga orang-orang seperti ini diajari untuk tidak terlalu sensitif. Bagaimanapun juga hidup di dunia ini pasti akan menghadapi berbagai macam jenis manusia. Tidak semua orang akan mengerti dan peduli dengan perasaan seseorang. Oleh karena itu mengelola tingkat kepekaan perlu dilakukan. Dan saya lebih suka tidak begitu peduli dan bermaksud memberi pelajaran saat bertemu dengan orang-orang yang terlalu sensitif. Terlihat kejam dan tidak berperasaan di mata mereka tentunya. Tetapi biarlah, saya akan tetap seperti itu. Agar mata mereka terbuka dan sadar bahwa terlalu sensitif itu tidak baik, bahwa tidak setiap orang yang ditemui akan peduli dengan perasaannya. Silakan anda mengutuk saya bila anda termasuk orang yang memiliki perasaan yang terbuat dari kaca dan tidak setuju dengan sikap saya yang di mata anda terlihat begitu sadis.</p>
<p>Memang, sensitifitas itu penting. Rasa itu bisa menjadi alarm kewaspadaan kita, dapat mengelola perasaan. Dan itulah fungsi dan manfaat yang terkandung di dalamnya. Namun bila tingkatnya sudah overdosis, tidak ada lagi kebaikan di dalamnya. Ibaratkan saja dengan obat. Akankah sakit anda sembuh setelah minum obat melebihi takaran?</p>
<p>Perihal jawaban dari pertanyaan yang saya sampaikan di akhir dari paragraf pertama tulisan ini, mengapa saya baru menuliskannya sekarang adalah karena saya ketemu kembali dengan orang yang menurut saya terlalu membiarkan perasaannya menguasai akal sehatnya.</p>
<p>Sumber gambar:  <a href="http://www.sxc.hu/photo/1046397" target="_blank">di sini</a></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwongkamfung.wordpress.com%2F2010%2F05%2F13%2Forang-orang-sensitif%2F&amp;linkname=Orang-orang%20Sensitif"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongkamfung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongkamfung.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongkamfung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongkamfung.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongkamfung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongkamfung.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongkamfung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongkamfung.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongkamfung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongkamfung.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongkamfung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongkamfung.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongkamfung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongkamfung.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=265&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/13/orang-orang-sensitif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3cd4320a3663890474d03e80250328bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongkamfung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/broken-glass.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">broken glass</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Everlasting UAN Story</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/11/everlasting-uan-story/</link>
		<comments>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/11/everlasting-uan-story/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 05:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[uan]]></category>
		<category><![CDATA[ujian akhir nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ujian nasional]]></category>
		<category><![CDATA[un]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongkamfung.wordpress.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Betul juga kata Menteri Pendidikan Nasional bahwa UAN itu bagaikan lab. Hasilnya seperti apapun bukan masalah. Misalnya setelah periksa darah kok hasilnya memperlihatkan hb darah yang rendah, biarin saja. Jadi, jika hasil UAN menunjukkan 100% gagal, itu hal yang wajar. Namun bila anak menteri itu yang tidak lulus UAN kemudian bunuh diri, barangkali akan lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=259&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/everlasting-uan-story.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-260" title="everlasting uan story" src="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/everlasting-uan-story.jpg?w=150&#038;h=333" alt="" width="150" height="333" /></a>Betul juga kata Menteri Pendidikan Nasional bahwa UAN itu bagaikan lab. Hasilnya seperti apapun bukan masalah. Misalnya setelah periksa darah kok hasilnya memperlihatkan hb darah yang rendah, biarin saja. Jadi, jika hasil UAN menunjukkan 100% gagal, itu hal yang wajar. Namun bila anak menteri itu yang tidak lulus UAN kemudian bunuh diri, barangkali akan lain ceritanya.</p>
<p><span id="more-259"></span></p>
<p>Ujian Akhir Nasional atau UAN yang diselenggarakan belum lama ini kembali menjadi hal yang kontroversial. Munculnya berbagai kasus siswa yang nekat mengakhiri hidup atau ramai-ramai menghancurkan sekolahnya sendiri akibat tidak lulus UAN dianggap angin lalu oleh pemerintah. Standar pendidikan yang menjadi fokus pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional menjadikan pemerintah seperti kuda yang dipakaikan kacamata. Faktor psikologis siswa yang justru lebih penting dibandingkan sekedar nilai akademis tidak terlihat atau lebih tepatnya tidak digubris oleh pemerintah. Apakah perolehan nilai akademis yang tinggi dapat menjadi indikator meningkatnya mutu pendidikan? Saya rasa itu pikiran yang naif mengingat banyaknya kecurangan untuk mendongkrak nilai yang dilaporkan. Tidak seharusnya ambisi pemerintah meningkatkan mutu pendidikan dengan mengorbankan anak bangsa. Seorang siswa itu merupakan mahluk hidup  yang tidak hanya sekedar mesin yang dapat di-<em>upgrade</em> begitu saja layaknya komputer. Hanya dengan menaikkan spesifikasi CPU yang lebih tinggi otomatis kemampuan akan meningkat. Peningkatan kualitas siswa seharusnya memperhitungkan juga sisi psikologis siswa.</p>
<p>Sudah sering dipaparkan di media tentang kualitas pendidikan yang tidak seragam antara satu daerah dengan yang lain. Bisa anda bayangkan alangkah akan tersengal-sengalnya siswa dari pedalaman Kalimantan bila dilawankan dengan pelajar dari Jakarta. Beberapa laporan dari dosen Universitas Pakuan Bogor menyebutkan betapa lemahnya mahasiswa-mahasiswa asal Papua yang dikirim pemerintah daerahnya untuk studi di perguruan tinggi itu. Anda pasti yakin bahwa mereka yang dikirim belajar itu tentunya bukan lulusan-lulusan SMA yang biasa-biasa saja. Namun pada kenyataannya mereka ketinggalan jauh dibandingkan mahasiswa lain yang berasal dari Bogor dan sekitarnya. Contoh satu kasus yang ditemukan di lapangan itu cukup dapat menjadi bukti perbedaan kualitas pendidikan yang ada di daerah dan di pusat.</p>
<p>Sikap <em>keukeuh</em> pemerintah melaksanakan UAN menyebabkan munculnya banyak tanda tanya. Dugaan terkuat adalah yang berkaitan dengan sangat besarnya nilai rupiah dalam pelaksanaan UAN yang akan dinikmati panitia pelaksana. Anggaran UAN 2010 sebesar hampir 573 miliar bukanlah kecil. Yang diterima petugas pemantau ujian saja lumayan besar, apalagi pada tingkat yang lebih tinggi. Sehingga dianggap tidak aneh bila meskipun pihak pemerintah dulu pernah dilarang Mahkamah Agung menyelenggarakan Ujian Nasional, sebagai pemegang kekuasaan bidang pendidikan melalui Departemen Pendidikan Nasional mereka tetap menyelenggarakan.</p>
<p>Dugaan uang besar di balik pelaksanaan UAN tentu saja perlu pengusutan serta pembuktian dan itu tidak gampang. Pasti akan terjadi keruwetan dan jurus <em>patgulipat</em> akan dimainkan bila ada yang berusaha membongkar ’skandal’ UAN. Dan anda bisa menebak siapa yang kemungkinan besar akan menang. Setiap muncul masalah termasuk di bidang pendidikan, selalu bermuara pada UUD, ujung-ujungnya duit. Apakah manusia Indonesia ini sebagian besar mata duitan?</p>
<p>UAN memang bukan berita baru sekarang. Namun, proyek pemerintah yang dinilai cacat hukum itu akan terus akan menjadi berita baru yang memprihatinkan setiap tahunnya karena selalu menghasilkan cerita-cerita menyedihkan tentang anak didik kita. Mudah-mudahan di negeri ini akan muncul pemerintahan yang mau mendengarkan dan memahami ratapan rakyatnya.</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://www.cartoonstock.com/directory/c/committing_suicide.asp" target="_blank">di sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongkamfung.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongkamfung.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongkamfung.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongkamfung.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongkamfung.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongkamfung.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongkamfung.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongkamfung.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongkamfung.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongkamfung.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongkamfung.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongkamfung.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongkamfung.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongkamfung.wordpress.com/259/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=259&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/11/everlasting-uan-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3cd4320a3663890474d03e80250328bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongkamfung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/everlasting-uan-story.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">everlasting uan story</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiket ke Surga</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/10/tiket-ke-surga/</link>
		<comments>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/10/tiket-ke-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 08:42:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertemanan]]></category>
		<category><![CDATA[dengki]]></category>
		<category><![CDATA[iri]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[pemaaf]]></category>
		<category><![CDATA[pendendam]]></category>
		<category><![CDATA[pertemanan]]></category>
		<category><![CDATA[sorga]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[tiket]]></category>
		<category><![CDATA[tiket ke surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongkamfung.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna. Siapapun, pasti pernah melakukan kesalahan. Itu manusiawi. Namun, kadang-kadang kita menemukan manusia yang mengutuk kesalahan manusia lain layaknya dia sendiri tidak pernah berbuat atau memiliki kesalahan. Manusia macam ini bisa disebut seperti orang yang sudah memiliki tiket ke surga. Sungguh indah hidup ini bila kita bisa saling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=254&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/tiket-ke-surga.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-256" title="tiket ke surga" src="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/tiket-ke-surga.jpg?w=150&#038;h=109" alt="" width="150" height="109" /></a>Tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna. Siapapun, pasti pernah melakukan kesalahan. Itu manusiawi. Namun, kadang-kadang kita menemukan manusia yang mengutuk kesalahan manusia lain layaknya dia sendiri tidak pernah berbuat atau memiliki kesalahan. Manusia macam ini bisa disebut seperti orang yang sudah memiliki tiket ke surga.</p>
<p><span id="more-254"></span></p>
<p>Sungguh indah hidup ini bila kita bisa saling mengerti dan memahami. Silaturahim pasti akan terjaga dengan baik bila kita gampang memaafkan. Ketika orang lain berbuat kesalahan, kita melihatnya sebagai hal yang wajar yang bisa menimpa siapa saja. Jika kekilafan itu dilakukan itu artinya dia sedang tergelincir. Entah sadar atau tidak, disengaja atau tidak, atau bisa jadi kekilafan itu dilakukan karena ketidakmengertian. Apapun yang melatarbelakangi tindakan yang salah itu, mengapa kita tidak mencoba untuk berempati, bersikap seolah kita yang berada dalam posisi itu. Alangkah semakin terpuruknya kita bila saat kita butuh bantuan, bukan uluran tangan yang diterima tetapi cacian dan makian dari orang-orang di sekeliling kita.</p>
<p>Saat berhadapan dengan orang yang berbuat salah, cobalah untuk melihat bukan dari sudut kesalahan yang dibuat. Lebih bijaksana bila kita menengok lebih ke belakang lagi. Mengapa dia melakukan itu. Apapun yang dilakukan, semua pasti ada penyebabnya, meskipun iseng sekalipun. Bila ada asap pasti ada api. Tidak mungkin seseorang melakukan perbuatan tanpa tahu mengapa dia melakukan itu, kecuali orang ngelindur atau kesurupan. Yang namanya motivasi, pasti akan ada di balik semua tindakan yang dilakukan manusia yang tidak ngelindur dan kesurupan. Teori dari Abraham Maslow tentang motivasi seseorang berperilaku barangkali bisa menjelaskan, sedikit atau banyak.</p>
<p>Yang namanya motivasi bisa positif atau negatif, dapat baik maupun buruk. Baik buruknya motivasi itu akan menjadi tidak penting bila anda pemaaf bin siap untuk memaafkan. Seorang pemaaf lebih tertarik berusaha bagaimana mengharmoniskan sebuah hubungan. Seorang pendendam beda lagi. Dia lebih senang bila yang dia anggap lawan itu hancur dan selalu berupaya bagaimana meluluhtantakkannya. Tidak peduli jalan yang diambil tidak benar. Bagi dia, selalu ada pembenaran untuk tindakan-tindakan yang dilakukan itu. Akhirnya apa yang terjadi? Jangan berharap akan muncul keharmonisan. Yang akan terjadi adalah munculnya orang-orang yang terluka dan tersakiti.</p>
<p>Betul, bila dikatakan manusia tidak sempurna. Iri dengki akan selalu ada dalam hati manusia. Dendam kesumat akan selalu bercokol. Namun semua itu bukanlah takdir manusia. Kita mempunyai peluang yang sama untuk menjadi manusia yang pemaaf atau pendendam. Kabar baiknya, itu semua adalah pilihan, dan kita bisa memilihnya. Sekarang tinggal kitanya, mau memilih yang mana. Ingin jadi manusia pemaaf atau pendendam. Untuk menjadi manusia pemaaf, syaratnya gampang, hilangkan semua onak duri dalam pikiran dan segala penyakit yang mengotori hati seperti iri dengki.</p>
<p>Untuk menjadi pendendam lebih mudah lagi, tinggal lakukan apa yang setan bisikkan ke telinga anda dan menuruti hati yang dia digerakkan. Pekerjaan yang sangat enteng sekali untuk dijalankan. Tidak dipungkiri menyalahkan orang yang berbuat salah adalah lebih mudah dibandingkan memaafkan. Memusuhi orang yang mencela kita lebih gampang dibandingkan menjadikannya sebagai sahabat. Jika ada orang menaruh tahi kerbau di depan pintu anda, akan sangat mudah mengutuk pelakunya dibandingkan melihat manfaat tahi kerbaunya yang bisa menjadi pupuk.</p>
<p>Sekarang pilihan ada di tangan kita. Untuk menjadi pemaaf, bisa. Kuatkan hati, sabar, telaten, perkuat niat untuk membantu meskipun kesalahan yang diperbuat oleh orang lain itu begitu fatal di mata kita. Sebagai pendendam, apalagi, lebih bisa lagi. Cari kesalahan-kesalahan lain agar semakin buruk tampilan orang yang mau kita hancurkan, tutup segala pintu maaf, tidak usah ada rasa belas kasihan. Bila perlu, buat gosip yang menghancurkan dan tebar fitnah sebagai bumbunya. Perlakukan musuh kita sebagai pendosa yang tidak berhak mendapat ampunan. Tunjukkan bahwa kita ini manusia suci yang nirkesalahan dan telah memegang sebuah tiket yang sudah pasti tidak dimiliki manusia bobrok macam musuh kita itu. Sebuah tiket menuju surga. Oh&#8230; alangkah nikmatnya.</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://www.guardian.co.uk/technology/blog/2008/aug/19/freeticketstodconstructin" target="_blank">di sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongkamfung.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongkamfung.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongkamfung.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongkamfung.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongkamfung.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongkamfung.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongkamfung.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongkamfung.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongkamfung.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongkamfung.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongkamfung.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongkamfung.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongkamfung.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongkamfung.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=254&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/05/10/tiket-ke-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3cd4320a3663890474d03e80250328bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongkamfung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/05/tiket-ke-surga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tiket ke surga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 Rahasia Menjadi Cantik</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/04/25/3-rahasia-menjadi-cantik/</link>
		<comments>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/04/25/3-rahasia-menjadi-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 11:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongkamfung.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan mana sih yang tidak ingin tampil cantik? Dianggap wajar jika ada seorang wanita yang selalu ingin terlihat cantik. Bahkan bagi wanita, tampil cantik merupakan sebuah keharusan. Kabar gembiranya, untuk tampil cantik ternyata bukan pekerjaan sulit. Anda bisa melakukannya. Dan saya punya tiga rahasia itu bagi anda, kaum perempuan. Bulan ini masih merupakan bulan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=248&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/04/3-rahasia.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-249" title="3 rahasia" src="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/04/3-rahasia.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Perempuan mana sih yang tidak ingin tampil cantik? Dianggap wajar jika ada seorang wanita yang selalu ingin terlihat cantik. Bahkan bagi wanita, tampil cantik merupakan sebuah keharusan. Kabar gembiranya, untuk tampil cantik ternyata bukan pekerjaan sulit. Anda bisa melakukannya. Dan saya punya tiga rahasia itu bagi anda, kaum perempuan.</p>
<p><span id="more-248"></span></p>
<p>Bulan ini masih merupakan bulan yang menurut saya milik kaum wanita. Di April ini, eksistensi wanita dirayakan di mana-mana. Kartini yang lahir di kota kecil di Jawa Tengah, Jepara 21 April 1879, dan meninggal di Rembang 17 September 1904, telah menjadi tonggak emansipasi bagi seluruh wanita di Indonesia. Di bulan yang begitu berarti bagi perempuan ini saya ingin berbagi rahasia yang menjadi milik kaum lelaki. Dengan demikian, kaum wanita yang adalah belahan jiwa lelaki dapat mengetahui apa yang ada dalam pikiran para lelaki tentang perempuan cantik.</p>
<p>Barangkali rahasia ini lebih bersifat subyektif. Jika ada laki-laki lain yang mengamini rahasia saya ini, baik salah satu, salah dua, atau malah setuju dengan ketiga-tiganya, saya dapat memaklumi. Di mata saya, tiga rahasia inilah yang menjadikan wanita terlihat begitu cantik. Kecantikan yang tidak terkait dengan kemolekan fisik maupun usia. Bila mereka mempraktekkan salah satu saja sukur-sukur bisa ketiga-tiganya rahasia yang akan saya sampaikan ini, dijamin mereka pasti terlihat cantik dan menarik. Setidaknya di mata saya.</p>
<p>Anda tentu mengenal istilah <em>inner beauty</em>, kecantikan dari dalam yang dibentuk oleh, misalnya, kecerdasan, kejujuran, keramahan, rendah hati, dan lain-lain. Saya setuju bahwa kecantikan dari dalam itu lebih abadi dan akan terpancar keluar. Wanita yang memiliki <em>inner beauty</em> akan terlihat lebih menarik meskipun parasnya tidak cantik. Berbeda dengan itu, 3 rahasia yang ingin saya bagikan untuk anda ini justru akan menciptakan <em>outer beauty</em> bagi anda. <em>Outer beauty</em>, kecantikan secara fisik, anda akan terlihat bahkan meskipun anda tidak memiliki <em>inner beauty</em>. Anda boleh percaya boleh mencemooh rahasia saya ini. Namun, sekali lagi, karena rahasia ini sifatnya unik dan subyektif, barangkali anda akan heran dan geleng-geleng kepala setelah mengetahuinya. Tapi percayalah, saya tidak sedang membohongi anda. Jadi, inilah 3 rahasia untuk wanita yang ingin tampil cantik (versi saya).</p>
<blockquote><p><em>Tersenyum saat di depan kamera</em></p></blockquote>
<p><strong>Rahasia 1.</strong> Saya rasa semua perempuan bisa melakukan rahasia yang pertama ini. Masalahnya, mereka mau atau tidak. Kecuali memang tidak memiliki mulut atau ada cacat di mulutnya yang membuat dia tidak bisa menggerakkan bibirnya, siapapun bisa tersenyum. Ya, tersenyum itu akan membuat siapapun menarik dan menjadikan perempuan manapun tampil cantik. Bagi saya, perempuan yang jeleknya kayak apapun akan menjadi cantik bila dia tersenyum ketika difoto. Jadi rahasia pertama untuk tampil cantik adalah tersenyumlah saat di depan kamera. Jangan hanya tersenyum simpul tetapi perlihatkan barisan gigi anda meskipun gigi anda ompong atau ada yang menghitam. Saya melihat semua perempuan yang tersenyum di dalam foto, apalagi jika giginya terlihat, nampak begitu cantik. Walaupun ternyata aslinya tidak secantik fotonya. Di dunia maya, tampil cantik tentunya sangat penting untuk menarik perhatian. Resikonya mungkin si wanita akan dianggap menipu. Jika itu yang terjadi, bukan salah dia kan?</p>
<blockquote><p><em>Bernyanyilah</em></p></blockquote>
<p><strong>Rahasia 2.</strong> Yang kedua ini mungkin tidak semua perempuan memiliki. Namun bila anda memilikinya, bersyukurlah. Semua perempuan pasti punya suara, biar bisu sekalipun. Hanya saja suara yang keluar dari perempuan bisu jelas berbeda dengan perempuan normal. Rahasia kedua ini memang terkait dengan olah vokal. Bagi saya, perempuan akan terlihat cantik ketika bisa menyanyi dengan suara bagus di hadapan saya. <em>Live</em>, bukan penyanyi yang di televisi-televisi itu. Jadi selama mereka belum menyanyi di depan saya secara langsung atau <em>live</em> maka belum saya anggap cantik. Itulah sebabnya jika ada wanita yang bernyanyi dengan suara bagus apalagi ditambah dengan gaya yang atraktif, saya sungguh terkagum-kagum. Wanita itu benar-benar cantik di mata saya. Namun bagi anda yang tidak bisa bernyanyi, tidak usah khawatir. Bukan berarti anda tidak cantik. Kecantikan kan bukan hanya diukur dari itu saja.</p>
<blockquote><p><em>Menjadi wanita hamil</em></p></blockquote>
<p><strong>Rahasia 3.</strong> Agak aneh barangkali bagi anda bila saya sebutkan bahwa rahasia ketiga untuk tampil cantik adalah dengan menjadi hamil. Saya tidak akan protes jika anda menyebut saya orang aneh. Entah kenapa saya melihat semua perempuan hamil itu terlihat cantik. <em>Suer</em>, saya tidak bohong. Bagaimanapun proses penciptaan untuk menjadi hamil, sah atau tidak sah, halal atau haram, pokoknya semua wanita yang hamil di mata saya terlihat cantik.</p>
<p>Pertama kali saya merasa bahwa wanita hamil itu cantik adalah ketika saya duduk di bangku smp. Saat itu ada seorang guru perempuan muda, kalau tidak salah bernama ibu Dewi, yang sedang hamil. Saat beliau belum terlihat membesar perutnya, saya tidak begitu peduli. Namun waktu perutnya mulai menggelembung dan beliau mulai memakai baju hamil, entah apa yang terjadi beliau tiba-tiba menjelma sebagai bidadari cantik. Saat itu saya benar-benar ingin diajar olehnya agar bisa memandangi parasnya yang cantik setiap detik. Sayangnya keinginan saya tidak kesampaian. Mungkin Tuhan tidak setuju dengan niat kurang ajar saya tersebut. Semenjak saat itu, saya selalu melihat semua wanita hamil begitu cantik. Tentang ibu Dewi, entah beliau ada di belahan bumi mana sekarang.</p>
<p>Menjadi hamil adalah hak eksklusif wanita. Dengan demikian otomatis menjadi menarik karena hamil juga hanya milik kaum perempuan. Namun jangan lantas gelap mata untuk menjadi hamil agar terlihat cantik. Boleh-boleh saja hamil asal syarat <em>halallan toyiban</em>-nya terpenuhi. Baik anda muda atau tua, asal sudah memenuhi syarat itu, silakan kalau mau hamil. Hanya, yang muda dan setengah umur tetapi belum masuk masa menopause saja yang mungkin akan hamil. Jika anda sudah nini-nini (nenek-nenek) tetapi masih berkeinginan hamil agar terlihat cantik, sebaiknya anda hentikan niat anda itu. Jangan mentang-mentang halal (punya suami) kemudian mengingkari kondisi biologis anda yang sudah tidak mendukung lagi. ”Yang penting kan <em>tumakninah</em>,” kata anda berargumen. Apa itu <em>tumakninah</em>? Itu sebuah akronim. Tanya saja orang Bogor. Jika orang Bogor yang anda tanya itu tidak tahu, anda bisa klik <a href="http://kampungantenan.blogspot.com/2008/10/soempah-saya-pemoeda.html" target="_blank"></a><a href="http://kampungantenan.blogspot.com/2008/10/soempah-saya-pemoeda.html" target="_blank">di sini</a> untuk mengungkap misteri <em>tumakninah</em>.</p>
<p>Sudah siapkah anda tampil cantik?</p>
<p>Oh ya, selamat Hari Kartini bagi anda semua kaum perempuan. Salam hangat dan hormat dari kami kaum laki-laki. Belum terlambat kan saya?</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://www.facebook.com/home.php?#!/photo.php?pid=30437022&amp;op=4&amp;o=global&amp;view=global&amp;subj=1230679712&amp;id=1172567871&amp;fbid=1161315071035" target="_blank">di sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongkamfung.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongkamfung.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongkamfung.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongkamfung.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongkamfung.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongkamfung.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongkamfung.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongkamfung.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongkamfung.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongkamfung.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongkamfung.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongkamfung.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongkamfung.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongkamfung.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=248&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/04/25/3-rahasia-menjadi-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3cd4320a3663890474d03e80250328bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongkamfung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/04/3-rahasia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3 rahasia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Polwan Tidur di Hari Kartini</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/04/21/polwan-tidur-di-hari-kartini/</link>
		<comments>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/04/21/polwan-tidur-di-hari-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 03:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[polwan]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongkamfung.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Polisi tidur itu menjengkelkan. Polwan tidur juga. Sayangnya, polisi dan polwan yang tidur di jalan ini banyak kita temukan. Di Hari Kartini ini, perlukah kita membangunkan polwan tidur? Ah, memang bisa? Ketika saya membuat tulisan yang berjudul Polisi Tidur di Jalan, tadinya saya akan membicarakan polisi yang bukan polisi itu. Tetapi entah kenapa, kok jadinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=244&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/04/polwan-tidur.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-245" title="polwan tidur" src="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/04/polwan-tidur.jpg?w=126&#038;h=92" alt="" width="126" height="92" /></a>Polisi tidur itu menjengkelkan. Polwan tidur juga. Sayangnya, polisi dan polwan yang tidur di jalan ini banyak kita temukan. Di Hari Kartini ini, perlukah kita membangunkan polwan tidur? Ah, memang bisa?</p>
<p><span id="more-244"></span></p>
<p>Ketika saya membuat tulisan yang berjudul <a href="http://wongkamfung.wordpress.com/2010/04/13/polisi-tidur-di-jalan/" target="_blank"><em>Polisi Tidur di Jalan</em></a>, tadinya saya akan membicarakan polisi yang bukan polisi itu. Tetapi entah kenapa, kok jadinya malah melenceng. Hasilnya malah cerita tentang polisi beneran. Oleh karena itu, untuk membayar hutang kepada diri sendiri, saya harus kembali menulis tentang polisi tidur yang sebenarnya dan mudah-mudahan tidak nyasar lagi.</p>
<p>Karena sekarang Hari Kartini, saya akan kulik-kulik juga pasangan polisi tidur, yaitu polwan tidur. Klop dah. Emang apa urusannya antara polwan tidur dengan Hari Kartini? Jelas tidak ada hubungannya. Hanya saja, karena Hari Kartini itu identik dengan emansipasi wanita, dan polwan adalah wanita, maka saya paksakan saja agar bisa berhubungan. Emang polwan tidur itu wanita? Nah, kalo pertanyaan itu, silakan diajukan kepada yang pertama kali membuat istilah polwan tidur. Siapa yang cari gara-gara menciptakan istilah polwan tidur untuk lubang atau kubangan di jalan, saya juga tidak tahu. Lalu, kepada siapa pertanyaan itu bisa diajukan? Agar anda tidak sewot, baiklah, saya akan mewakili si pembuat istilah itu menjawab pertanyaan anda.</p>
<p>Mengapa lubang-lubang yang ada di jalan disebut polwan tidur? Gampang jawabannya. Ini bukan melecehkan polwan pada khususnya dan perempuan pada umumnya. Tetapi memang hanya mereka  yang punya. Punya apa? Ah, pake nanya segala. Kan lagi ngomongin lubang? Terus, gimana yang lubangnya segede kubangan kerbau? Memang ada yang punya sebesar itu? Ah, itu kan masalah teknis saja. Besar atau kecil it kan hanya ukuran. Yang pasti, kedua-duanya kan sama-sama lubang. Setuju? Lubang yang mana nih? Yaaachhh.. ya lubang yang ada di jalan-jalan itu toh! Saya sarankan, sebaiknya anda hentikan imajinasi anda tentang lubang segede kerbau itu.</p>
<p>Alasan lain untuk penamaan polwan tidur barangkali karena tugas polwan yang kadang suka mengatur lalu lintas dengan memperlambat atau memberhentikan kendaraan. Dan itu juga kan yang terjadi bila anda ketemu dengan lubang di jalan? Anda pasti akan berhenti dulu atau setidaknya memperlambat laju kendaraan jika di hadapan anda tiba-tiba ada polwan tidur eh, lubang. Apalagi kalau lubangnya segede kerbau. Kecuali anda ingin celaka, itu lain cerita.</p>
<p>Faktor sentimen terhadap polwan bisa saja menjadi alasan pemberian nama itu. Mungkin sebelumnya pernah ditilang oleh polwan gara-gara tidak punya sim, tidak bawa stnk, tidak pakai helem, lampu gak nyala, riting copot, lupa pakai celana sehingga mengganggu lalu lintas atau alasan apalah, sehingga menjadi dendam. Setelah kena tilang, eh, lha kok terjungkal di tengah jalan gara-gara roda depan masuk lubang. Nah&#8230; karena masih <em>eneg</em> dengan polwan yang menilang, diberilah nama lubang yang mencelakakan itu dengan sebutan polwan tidur.</p>
<p>Apapun alasan di balik penganugerahan nama polwan tidur kepada lubang-lubang di tengah jalan, yang pasti polwan-polwan tidur itu sangat menjengkelkan sekaligus menakutkan. <em>Buanyak</em>, <em>buanyak</em> sekali, orang celaka karena polwan tidur. Masih ingat suaminya Widyawati, Sophan Sophian? Dia celaka di jalan dan akhirnya meninggal karena apa? Polwan tidur! Polwan-polwan yang tidak berkelamin ini sangat menakutkan terutama bagi pengendara sepeda motor. Ketika berkendaraan di malam gelap melewati jalanan penuh lubang, seperti sedang melintas daerah pertempuran penuh ranjau. Saya yakin sebagian dari anda yang membaca tulisan ini pasti pernah memiliki pengalaman ‘bercumbu’ dengan polwan tidur. Saya sendiri lebih dari sekali dibuat terjungkal, terpelanting, dan terkapar oleh polwan tidur, baik sendirian maupun berboncengan. Saya pernah menuliskan <a href="http://wongkamfung.wordpress.com/2010/02/23/kursi-itu-milik-rakyat/" target="_blank">pengalaman</a> yang tidak asyik itu beberapa waktu lalu.</p>
<p>Dari tiga alasan hasil rekayasa yang disebutkan di atas, saya yakin pasti alasan pertama yang mendasari penamaan polwan tidur. Anda setuju atau tidak, itu tidak penting. Yang penting sekarang saya mengucapkan selamat Hari Kartini kepada polwan tidur meskipun tidak berkelamin perempuan. Tetapi karena dinamakan polwan, berarti dia dianggap perempuan. Biarpun bukan wanita beneran dan menjengkelkan, setidaknya dia muncul dengan sendirinya. Berbeda dengan teman akrabnya yang juga menjengkelkan yang bernama polisi tidur.</p>
<p>Polisi tidur ini bisa kita temukan di mana-mana. Kalau polwan tidur muncul sendiri, polisi tidur dimunculkan alias sengaja dibuat. Jika polisi tidur itu dibuat di jalan perkampungan atau gang yang ramai dengan anak-anak, itu maklum. Tetapi sering saya dibuat bingung dengan kemauan orang-orang yang membangun polisi tidur di jalan raya. Saya curiga mereka sengaja membuat polisi tidur karena ada kepentingan komersial, misalnya di dekat situ ada rumah makan atau usaha dagang lainnya. Arogansi dan suka pamer mungkin juga melatari dibuatnya polisi tidur. Contohnya rumah besar di pinggir jalan yang pemiliknya ingin agar setiap orang yang lewat di depannya memperlambat jalannya kendaraan sehingga otomatis pengendara itu akan memiliki waktu untuk mengamati rumah tersebut. Tujuannya bukan untuk apa-apa, hanya ingin pamer rumah. <em>Wong</em> yang namanya anak-anak tidak pernah terlihat satupun main di sekeliling tempat itu.</p>
<p>Tata tertib atau perijinan membuat polisi tidur mungkin ada. Saya tidak tahu persis. Barangkali ada baiknya juga dilakukan penertiban terhadap polisi tidur seperti yang dilakukan di sepanjang Jalan Tumenggung Wiradireja (Cimahpar, Bogor) yang setiap hari saya lewati. Seluruh polisi tidur di jalan itu dibongkar, kecuali dua polisi tidur di depan sebuah sekolah dasar. Sangat melegakan dan sekarang menjadi nyaman berkendaraan di jalan itu. Sayangnya belum lama ini jalan kampung yang menuju ke rumah saya telah dibuatkan polisi tidur, serong lagi. Tidak besar memang, tapi tetap membuat tidak nyaman. Seperti duri ikan yang nyelip di antara gigi. Kecil, namun bikin nyeri.</p>
<p>Tuntas sudah tulisan tentang polisi dan polwan tidur ini. Itu artinya, lunas juga hutang saya. Perihal perlu tidaknya membangunkan polwan tidur di Hari Kartini ini, saya rasa tidak perlu. Yang seharusnya dibangunkan adalah pejabat-pejabat negeri ini. Merekalah yang dapat membangunkan polwan tidur yang ditemukan di mana-mana. Dengan demikian, tidak akan muncul preman-preman kampung yang memanfaatkan kesempatan meminta uang dengan cara menutup polwan tidur.</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://foto.detik.com/readfoto/2006/05/09/160631/591438/157/1/" target="_blank">di sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongkamfung.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongkamfung.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongkamfung.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongkamfung.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongkamfung.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongkamfung.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongkamfung.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongkamfung.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongkamfung.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongkamfung.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongkamfung.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongkamfung.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongkamfung.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongkamfung.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=244&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/04/21/polwan-tidur-di-hari-kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3cd4320a3663890474d03e80250328bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongkamfung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/04/polwan-tidur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">polwan tidur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia Visioner</title>
		<link>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/04/20/manusia-visioner/</link>
		<comments>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/04/20/manusia-visioner/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 02:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[manusia visioner]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongkamfung.wordpress.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Organisasi apapun, termasuk institusi pendidikan, akan maju bila yang mengendalikan adalah orang-orang visioner yang dikepalai seorang pemimpin visioner pula. Lalu, seperti apa ciri-ciri orang visioner itu? Sudah pasti semua orang memiliki tiga masa: masa lalu, masa kini, masa depan. Anda merasa memiliki tiga masa itu juga kan? Namun, tidak semua orang merupakan manusia visioner. Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=240&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/04/manusia-visioner.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-241" title="manusia visioner" src="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/04/manusia-visioner.jpg?w=184&#038;h=300" alt="" width="184" height="300" /></a>Organisasi apapun, termasuk institusi pendidikan, akan maju bila yang mengendalikan adalah orang-orang visioner yang dikepalai seorang pemimpin visioner pula. Lalu, seperti apa ciri-ciri orang visioner itu?</p>
<p><span id="more-240"></span></p>
<p>Sudah pasti semua orang memiliki tiga masa: masa lalu, masa kini, masa depan. Anda merasa memiliki tiga masa itu juga kan? Namun, tidak semua orang merupakan manusia visioner. Ada orang-orang yang kartunis Benny &amp; Mice mengistilahkannya dengan sebutan terjebak masa lalu. Orang ini seolah-olah tidak terpengaruh dengan kemajuan jaman. Kemudian, ada juga yang merasa hidupnya hanya untuk sekarang. Apa yang dilakukan semata-mata untuk hari ini. Dia tidak peduli dengan dua masa yang lain. Masa lalu sudah terlupakan, masa depan tidak pernah terpikirkan. Jadi, inilah orang yang hidup di masa kini. Sedangkan orang-orang yang selalu memikirkan rencana ke depan dan merealisasikannya, mereka bisa disebut sebagai manusia visioner. Orang-orang seperti ini biasanya juga mempertimbangkan masa lalu dan memperhitungkan masa kini ketika menyusun rencana. Mereka memiliki mimpi yang selanjutnya diterjemahkan menjadi visi dan misi.</p>
<p>Dalam dunia pendidikan, apa yang terjadi bila orang-orang bukan visioner yang menjalankan roda organisasi? Sudah pasti institusi pendidikan yang dijalankan dan dikomandoi oleh orang yang terjebak masa lalu akan jalan di tempat, mandek, kemudian mati karena ketinggalan jaman. Kalaupun bertahan, bak cendawan di musim kemarau, hidup segan mati tak mau.</p>
<p>Sangat jelas untuk bisa mengidentifikasi mereka yang terjebak di masa lalu. Meskipun mereka mengingkarinya, pada prakteknya mereka secara tidak sadar suka menunjukkan pola pikir yang ketinggalan jaman. Salah satu ciri yang gampang diidentifikasi adalah dari cara mereka berbicara. Orang-orang yang sering mengatakan, “Dulu kampus ini begitu luar biasa &#8230; Saya masih ingat ketika &#8230; Di awal-awal lembaga ini berdiri &#8230;” dan masih banyak lagi ucapan-ucapan lain yang mengacu ke masa lalu, adalah mereka yang berorientasi sejarah. Tentu saja, tidak ada salahnya kita menengok kembali ke masa lalu. Namun bila masa yang sudah lewat itu menjadi standar atau ukuran sebuah keberhasilan maka mulailah jebakan itu berfungsi. Kadang-kadang mereka menyangkal saat dikatakan ketinggalan jaman. Memang mereka mengajukan ide-ide masa depan yang terdengar dan terlihat luar biasa. Kenyataannya, hal itu hanya sebatas wacana. Apa yang direncanakan tidak pernah dijalankan. Mereka sudah cukup puas dengan keadaan sekarang sambil tersenyum ceria mengingat prestasi tempo dulu. Sementara itu waktu terus berjalan, teknologi terus berkembang. Orang-orang masa lalu ini telah dibutakan dengan kejayaan yang sudah tidak ada gunanya sekarang. Bisa disimpulkan, mereka yang berorientasi masa lalu adalah orang-orang yang takut pada perubahan.</p>
<p>Kurikulum institusi pendidikan yang terjebak masa lalu sudah pasti tidak relevan lagi dengan waktu sekarang. Banyak mata pelajaran/kuliah yang tidak dikembangkan sesuai situasi dan kondisi saat ini. Jangankan untuk antisipasi ke depan, yang aplikatif untuk masa kini saja minim sekali. Dengan demikian, tidak heran bila bahan ajar yang digunakan itu-itu saja sejak dulu. Mereka malas atau tidak punya keinginan untuk meng-<em>update</em> bahan ajar yang sudah ’kadaluwarsa’. Apalagi orang-orang itu misalnya termasuk orang yang <em>gaptek</em> alias gagap teknologi, akan semakin besar kendala yang dihadapi untuk memperbaharui bahan ajar. Mereka juga berdalih bahwa bahan yang ada sekarang masih baik dan bisa digunakan. Sebagai akibatnya, lulusan dari institusi pendidikan yang ketinggalan jaman itu akan ditolak oleh pasar tenaga kerja karena keahlian dan pengetahuan yang dimiliki sudah ketinggalan jaman.</p>
<p>Beda lagi dengan institusi pendidikan yang dikelola oleh orang-orang yang <em>up to date,</em> mereka yang mengikuti perkembangan jaman. Institusi pendidikan yang seperti ini selalu akan berubah sesuai tuntutan pasar tenaga kerja dan jaman. Namun demikian apabila adaptasi yang dilakukan hanya bersifat reaktif maka organisasi ini bisa tergilas apabila perubahan yang terjadi di luar kemampuannya. Orang-orang yang berorientasi sekarang hanya melakukan pembaharuan sesuai dengan seluruh sumber daya yang dimiliki saat ini. Artinya, mereka tidak memiliki cadangan sumber daya sebagai tindakan antisipasi bila terjadi <em>chaos</em>. Dan mereka akan mati kutu ketika keadaan yang <em>chaos</em> itu menjadi <em>turbulence</em>.</p>
<p>Bagaimana dengan institusi pendidikan di tangan visioner? Bila pengelolaannya benar, bisa dipastikan organisasi ini akan melejit. Seperti apa institusi pendidikan yang visioner itu? Coba anda perhatikan apa yang dilakukan oleh institusi di mana anda ada di dalamnya. Sebuah institusi pendidikan yang visioner akan melengkapi dirinya dengan sarana prasarana moderen. Ibarat prajurit yang akan berangkat perang, dia akan membekali diri dengan senjata yang mutakhir. Meskipun senjata itu demikian mahal, dia tetap berusaha memiliki karena dia sadar bahwa itulah cara yang harus dilakukan untuk bisa memenangkan pertempuran. Institusi pendidikan visioner akan melengkapi sarana belajar mengajarnya dengan teknologi terkini baik untuk sarana utama maupun penunjang.</p>
<p>Itu dari segi sarana prasarana. Institusi pendidikan di tangan visioner tidak akan berhenti sampai di situ. Apalah artinya peralatan yang moderen dan canggih, gedung yang megah, jika orang-orangnya tidak bisa mengoperasikan dan merawat. Untuk itulah, sumber daya yang ada pasti akan di-<em>upgrade</em> agar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang lebih tinggi dan variatif. Menyekolahkan, mengirim ke pelatihan atau kursus, membiayai untuk acara seminar adalah beberapa cara yang akan dilakukan institusi visioner. Mereka sadar bahwa sumber daya manusialah yang sebenarnya kunci kesuksesan dan aset yang terpenting. Langkah itu juga merupakan tindakan yang bukan hanya sekedar reaktif tetapi sudah bersifat proaktif. Sedia payung sebelum hujan. Manusia visioner bukan hanya bertindak proaktif tetapi juga berpikir strategis.</p>
<p>Bagi institusi pendidikan visioner, melengkapi sarana prasarana dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya adalah wajib hukumnya. Jika anda pernah dikirim ke pelatihan atau disekolahkan ke jenjang lebih tinggi oleh institusi anda dan itu masih terus berlangsung sampai sekarang, bergembira dan bersyukurlah. Itu artinya tempat anda bekerja dikelola oleh orang-orang visioner. Karena orang-orangnya visioner, otomatis organisasinya juga visioner. Mahal? Pasti! Tapi itu bagi manusia-manusia yang berorientasi masa lalu. Untuk kaum visioner, biaya yang dikeluarkan itu sangat murah bila dibandingkan dengan nilai masa depan yang akan diraih nanti.</p>
<p>Tidak ada yang <em>impossible</em> bagi para visioner. Beda dengan manusia-manusia <em>jadul</em> yang terjebak masa lalu. Bagi mereka yang ketinggalan jaman, membeli peralatan moderen dan mahal serta meng-<em>upgrade</em> sumber daya manusianya adalah MI alias <em>Mission: Impossible</em>.</p>
<p>Sumber gambar: <em>100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta</em> oleh Benny &amp; Mice.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongkamfung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongkamfung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongkamfung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongkamfung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongkamfung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongkamfung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongkamfung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongkamfung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongkamfung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongkamfung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongkamfung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongkamfung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongkamfung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongkamfung.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongkamfung.wordpress.com&amp;blog=11620895&amp;post=240&amp;subd=wongkamfung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongkamfung.wordpress.com/2010/04/20/manusia-visioner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3cd4320a3663890474d03e80250328bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongkamfung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongkamfung.files.wordpress.com/2010/04/manusia-visioner.jpg?w=184" medium="image">
			<media:title type="html">manusia visioner</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
